Berita KBRI

Kunjungan kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI terkait promosi investasi di Kopenhagen Denmark

22 Maret 2017

Kunjungan kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI terkait  promosi investasi di Kopenhagen Denmark

Casper1Dubes RI M. Ibnu Said menyambut kedatangan kepala BKPM Thomas Lembong

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan KBRI Kopenhagen dan Kedutaan Besar Denmark di Jakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan kunjungan kerja promosi investasi di Kopenhagen, Denmark pada tanggal 21 Maret 2017. Pada kunjungan tersebut, Kepala BKPM melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan terkemuka asal Denmark antara lain bergerak di industri sepatu (ECCO), produsen wind turbines  (Vestas), logistik (Maersk) dan farmasi (Novo Nordisk) serta beberapal embaga keuangan di Denmark yaitu Investeringsfonden for Udviklingslande (IFU/ Investment Fund for Developing Countries, Danmark’s Eksportkredit (EFK/Denmark’s Export Credit Agency) dan Pensions kassernes Administration A/S (PKA/Danish pensions administration group).

Casper3Duber RI bersama Delegasi BKPM meeting bersama pihak Novonordisk      

Pada kesempatan ini Kepala BKPM juga melakukan pertemuan dengan Menteri Industri, Bisnis dan Keuangan Denmark, Brian Mikkelsen untuk membahas potensi investasi Indonesia pengembangan ekonomi digital di tanah air.Sedang di sore harinya juga melakukanpertemuandengan Head of Trade Kementerian LuarNegeri Denmark, Ambassador Sussane Hyldelund untuk evaluasi dan arah tindak lanjut dari kunjungan kerja Kepala BKPM  di Denmark. 

Casper2Dubes RI bersama kepala BKPM mengunjungi lokasi wind turbin VESTAS

Pada pertemuan tersebut, pihak Denmark menyampaikan minat perusahaan-perusahaan asal Denmark untuk berinvestasi dan melakukan ekspansi bisnis di Indonesia serta rencana-rencana untuk menindaklanjuti minat tersebut. Kepala BKPM menyampaikan apresiasinya atas minat-minat tersebut dan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang dianggap menghambat investasi, yaitu regulasi, perpajakan, kurangnya tenaga terampil, pertanahan, dan kurangnya infrastruktur.

Casper4

(Dokumentasi KBRI Kopenhagen)