Berita KBRI

Cuaca dingin dan hujan tidak menghalangi ratusan pengunjung memadati Art Exhibition dan peresmian gedung baru di KBRI Kopenhagen

10 November 2017

 

Cuaca dingin dan hujan tidak menghalangi ratusan pengunjung memadati Art Exhibition dan peresmian gedung baru di KBRI Kopenhagen

 

P1

Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2017, pada hari Jumat tanggal 10 November 2017, KBRI Kopenhagen menggelar Peresmian Gedung baru yang diberi nama Gedung Pancasila yang berlokasi  di halaman Kantor KBRI Kopenhagen. Acara ini dirangkaikan dengan Pembukaan Pameran Seni “Heritage Influence” dari 2 pelukis Indonesia (Awang Behartawan dan Dadi Setyadi) yang berkolaborasi dengan pelukis ternama Denmark Kristian von Hornsleth.

P2

P5

150 pengunjung antri dan memenuhi gedung Pancasila yang mulai dibangun sejak awal tahun 2017. Gedung Pnacasila  berfungsi  sebagai rumah budaya berbagai  kegiatan KBRI Kopenhagen dan diaspora Indonesia di Denmark. Duta Besar RI untuk Kerajaan Denmark M. Ibnu Said dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari diplomasi Ekonomi Indonesia, yaitu kegiatan  promosi perdagangan, investasi  dan parawisata  serta berbagai kegiatan “people to people contact” dan  juga  merupakan perwujudan kerjasama antara 2 negara, Indonesia dan Denmark. Selanjutnya digaris bawahi, kerjasama ketiga artis ini juga bertujuan meningkatkan dan menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya warisan bangsa Indonesia dan Denmark.

P3

P4

ketiga artis tampil dengan ciri khas mereka masing-masing, Awang Behartawan, seniman Indonesia yang telah lama menetap di Denmark tampil dengan Teknik lukisan repetisi fractal, sementara Dadi Setyadi, seniman kelahiran Tasikmalaya yang menetap di Yogyakarta khusus datang ke Denmark untuk ikut menampilkan karyanya yang didominasi dengan tema multi kultur Asia Eropa dan tentunya budaya tradisional Indonesia. Pelukis ketiga, Kristian Von Hornsleth,  seniman asal  Denmark memamerkan karya seninya yang  bertema protes sosial dengan balutan Abstract tetapi mengandung unsur seni Indonesia. Pameran kesenian  ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung selama 14 hari dimulai darti tanggal pembukaan dan berakhir di tanggal 24 November 2017.

P9

Selain menampilkan karya para Seniman, Para pengunjung juga dihibur  dengan  tarian dan pertunjukan musik tradisional Gamelan, Group tari INDA yang beranggotakan warga Indonesia tampil membawakan tari Nandak yang berasal dari  kebudayaan Betawi dan juga tari Indang yang merupakan tari tadisional Minang, sementara  Pertunjukan Gamelan membuka acara dan merupakan kolaborasi yang dibawakan   Diaspora RI dan juga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Denmark. Pengunjung juga dimanjakan dengan  suguhan berbagai jenis  kuliner khas Indonesia yang cukup mengobati rindu akan tanah air seperti Martabak, Rendang dan nasi kuning dan penganan tradisional kembang goyang dan Carang mas yang dsajika oleh KBRI  Kopenhagen. Tak ketinggalan peresmian acara  ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diwakili kristian Van Horsleth disaksikan oleh seluruh pengunjung.

P7

P6

Acara yang  dimulai pukul 17.00 dan berakhir pukul 21.30 waktu setempat ini mampu menyita perhatian pengunjung yang datang, khususnya masyarakat Denmark, mereka menyampaikan tanggapan positif dan memuji keindahan dan keragaman  budaya Indonesia yang ditampilkan .Sebagai penutup acara, para penari mengajak pengunjung untuk menari bersama dengan tarian line dance popular Indonesia, seperti Poco-Poco, Gemufamire, dan Sajojo. Merekayang hadir jugamenyatakan ketertatikannya untuk datang dan berkunjung ke Indonesia.

P8

 

Dok. KBRI Kopenhagen