Berita KBRI

Dubes RI Paparkan Peluang Bisnis Indonesia dan Denmark di STIESIA Surabaya

21 November 2018

Dubes RI Paparkan Peluang Bisnis Indonesia dan Denmark di STIESIA Surabaya

1S1

“Teknologi Informasi Komunikasi (Information Communication Technology/ICT) dan Sains harus dikuasai kawula muda Indonesia apabila ingin bersaing dengan dunia saat ini,” ujar M. Ibnu Said, Dubes RI untuk Denmark, dalam kuliah umum di depan 400 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, 21 November 2018. “Di era information age, Artificial Intelligence, dan Industry 4.0, mahasiswa Indonesia dituntut untuk mengikuti perkembangan iptek yang sangat cepat, serta memiliki kemampuan multitalenta dan multilanguages,” sambungnya.

Dubes Ibnu menyampaikan gambaran umum manajemen bisnis internasional, serta tantangan dan peluang melakukan bisnis di Indonesia dan Denmark. Dalam perkembangan hubungan bilateral, kedua negara memiliki kerja sama di berbagai sektor, antara lain transportasi, maritim, energi terbarukan, sosial budaya, serta peningkatan ekonomi dan bisnis. Saat ini terdapat perusahan Denmark berskala internasional yang beroperasi di Indonesia, seperti Ecco, AP Moller-Maersk, Vestas Wind System, Novo Nordisk, Internasional Security Service, Weibel Scientific, Odense Maritime Technology, IFU, serta TERMA.

1s2

“Bisnis internasional merupakan peluang yang menjanjikan. Dalam memasuki kegiatan bisnis internasional perlu dipahami makna, sifat, ruang lingkup dan jenis bisnis itu sendiri,” ujar Dubes Ibnu. “KBRI Denmark sendiri selalu siap membantu, memfasilitasi dan mempromosikan perusahaan kecil-menengah Indonesia untuk memasuki pasar internasional, khususnya Denmark dan Lithuania,” sambungnya.

Di akhir kuliah Dubes Ibnu berpesan kepada seluruh mahasiswa agar siap untuk masuk dan memimpin aktivitas bisnis internasional. Untuk itu diperlukan keahlian, ketrampilan, pengetahuan dan profesionalisme, serta melakukan business unusual. Diharapkan para mahasiswa memiliki kerja keras, disiplin, kemandirian, tekad dan komitmen kuat untuk membangun Indonesia.

“Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME adalah kunci penting, serta tidak bosan untuk terus membaca berbagai literatur. Iqra, iqra dan iqra. Hindari hoax ataupun hate speech. Berani keluar dari comfort zone, berpikir dan bertindaklah out of the box,” tutupnya.

Paparan Dubes RI selengkapnya dapat dilihat di link berikut: Kuliah Umum STIESIA Surabaya, 21 November 2018

 

Dok. KBRI Kopenhagen