Berita KBRI

Indonesia Belajar dari Denmark untuk Tangani Sampah

30 November 2018

Indonesia Belajar dari Denmark untuk Tangani Sampah

delegasiKLHK

Kopenhagen (30/11). Selama hampir seminggu 22 orang delegasi Indonesia dari pemerintah dan praktisi belajar di Denmark mengenai pengolahan sampah organik dan circular economy. Selama kunjungan 26 – 30 November 2018, delegasi melakukan diskusi baik teknis maupun nonteknis dengan para pemangku kepentingan di Denmark, serta site visits ke berbagai tempat pengelolaan sampah (waste treatment).

“Di Denmark, edukasi memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya sudah dimulai sejak dari preschool,” ujar Dubes RI, M. Ibnu Said. “Anak-anak usia 1 hingga 6 tahun wajib masuk preschool dan setiap harinya diajak jalan oleh guru memperkenalkan dan mencintai lingkungannya. Apabila ada sampah maka dipungut dan dibuang pada tempatnya. Edukasi dari kecil itu kemudian menjadi habit,” lanjutnya.

delegasiKLHK1

Setiap harinya Indonesia menghasilkan sampah hingga 65 juta ton dan 175.000 ton dari sampah tersebut adalah sampah plastik. Indonesia menjadi penyumbang limbah plastik kedua terbesar ke laut di dunia. Menurut Dubes Ibnu, Denmark merupakan salah satu negara terbaik dalam pengelolaan sampah menjadi energi dan circular economy sehingga sudah saatnya Indonesia belajar kepada mereka.

Dalam kunjungan yang dibiayai oleh Pemerintah Denmark melalui Environmental Support Programme Phase III (ESP3) tersebut, delegasi berkesempatan untuk melakukan dialog dan diskusi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pangan Denmark. Aktivitas yang terfokus pada pengolahan sampah organik dari rumah tangga dan pasar tersebut berlangsung di Kopenhagen, Odense, dan Jutland.

Kunjungan tersebut merupakan implementasi dari komitmen kerja sama bilateral RI dan Denmark di bidang circular economy dan manajemen pengolahan sampah. Para delegasi berasal dari wakil-wakil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, P.T Pupuk Indonesia, Sarana Multi Infrastruktur, Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Makassar, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, TOSS BALI (STT – PLN), dan Badan Kebijakan Fiskal.

 

Dok. KBRI Kopenhagen