Berita KBRI

Sosialisasi Portal Peduli WNI

 10 Desember 2018

Sosialisasi Portal Peduli WNI dan Aplikasi Safe Travel kepada WNI di Denmark

 

sosialisasi PWNI1Kopenhagen (10/12). Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andri Hadi, memperkenalkan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri atau Portal Peduli WNI kepada masyarakat Indonesia yang menetap di Denmark pada saat acara sosialisasi pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri di Ruang Pancasila, KBRI Kopenhagen.

Portal tersebut dibangun Kementerian Luar Negeri sejak tahun 2015 kemudian diluncurkan dan diresmikan pada bulan September 2018 oleh Presiden Joko Widodo. Dengan portal ini, pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memiliki satu standar layanan WNI dan satu data WNI di luar negeri. Kementerian Luar Negeri akan memiliki sistem pelayanan yang seragam di seluruh Perwakilan RI di dunia dan terintegrasi dengan seluruh pusat data dan pelayanan nasional, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, serta data ketenagakerjaan luar negeri milik Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Melalui portal tersebut, Perwakilan RI dapat menerbitkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di luar negeri dan dapat menerbitkan dokumen catatan sipil bagi WNI sebagaimana halnya WNI di dalam negeri. WNI juga memiliki opsi untuk mengajukan permohonan dokumen pelayanan secara online atau mendatangi Perwakilan RI.

Syarat pertama untuk dapat mengakses portal ini adalah WNI di luar negeri wajib lapor diri. Proses lapor diri dapat dilakukan secara online. Sistem ini akan terus dkembangkan untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan murah bagi WNI di luar negeri.

“Dengan demikian, mulai 2019 pembuatan paspor Bapak dan Ibu akan secara biometrik sesuai dengan standar ICAO (International Civil Aviation Organization) dan data-data Bapak Ibu akan langsung terintegrasi dengan pusat data nasional," ujar Andri Hadi. “Namun demikian, kami terpaksa minta maaf, apabila pelayanan di KBRI Kopenhagen saat ini sudah 7 menit, dan ini beyond our expectation, dengan sistem ini paspor tersebut baru akan jadi paling cepat 3 hari karena data-data Bapak Ibu harus dikirimkan ke Jakarta untuk mendapatkan approval," lanjutnya.

Selain Portal Peduli WNI, disosialisasikan juga aplikasi Safe Travel bagi WNI yang bepergian ke luar negeri. Aplikasi tersebut dibuat dan dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri dan berisi informasi praktis yang diperlukan oleh WNI yang akan atau sedang berada di luar negeri dengan berbagai keperluan masing-masing, seperti wisata, studi, bekerja, bisnis, dsb). Selain berbagai informasi negara tujuan, aplikasi tersebut memiliki fitur DARURAT yang dapat digunakan untuk meminta pertolongan cepat dalam kondisi yang membahayakan jiwa. Aplikasi tersebut dapat mengirimkan lokasi, merekam video, dan menelpon KBRI/KJRI/KRI terdekat.

Portal Peduli WNI dapat diakses di https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html dan aplikasi Safe Travel dapat di-download melalui aplikasi android/IOS.

 

Dok KBRI Copenhagen