Berita KBRI

Delegasi dari Perusahaan Listrik Negara dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Mengikuti Pelatihan Perencanaan Energi di Denmark

Kamis, 21 Maret 2019

Delegasi dari Perusahaan Listrik Negara dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Mengikuti Pelatihan Perencanaan Energi di Denmark

1The Balmorel Course 1

Sejumlah 23 orang dari PLN dan Kementerian ESDM mengikuti pelatihan Perencanaan Energi atau “The Balmorel Course” di Technical University of Denmark (DTU) dengan periode pelatihan dibagi menjadi dua, yaitu 18 – 29 Maret 2019 dan 29 April – 20 Mei 2019. Program pelatihan dibiayai oleh Danida Fellowship Center (DFC)/Kementerian Luar Negeri Denmark di bawah Strategic Sector Cooperation sebagai implementasi kerja sama di sektor energi kedua negara.

Pemerintah Indonesia memiliki target di bidang energi terbarukan, yaitu 23% supply listrik di tahun 2025 berasal dari energi terbarukan, serta ambisi Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 41% sebelum tahun 2030. Keunggulan Denmark dalam pengembangan dan penerapan teknologi energi baru terbarukan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencapai target tersebut, terutama melalui pembentukan program kerja sama yang bersifat konkrit, termasuk melalui transfer of technology dan/atau transfer of knowledge.

1The Balmorel Course 2

Sektor energi menjadi salah satu sektor dengan tingkat kerja sama bilateral yang mengalami banyak kemajuan dengan melakukan implementasi dari joint statement dan rencana aksi yang telah disepakati kedua negara. Pada kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ke Denmark bulan Mei 2018 lalu, telah ditandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding mengenai Kerja Sama Energi Terbarukan dan Bersih dan Konservasi Energi sampai tahun 2021.

1The Balmorel Course 3

Berdasarkan MoU tersebut, program 3 tahun (2019 – 2021) direncanakan akan terfokus pada modelling energi jangka panjang dan transisinya termasuk implementasi Paris Agreement, fleksibilitas power plant, efisiensi energi pada bangunan, perencanaan energi lokal untuk mendukung target nasional dalam mencapai energi terbarukan dan efisiensi energi.

1The Balmorel Course 4

Danish Energy Agency (DEA) mengeluarkan dua studi dalam bentuk report terkait pengembangan energi terbarukan di Lombok, yaitu “Lombok – Prefeasibility Studies on Renewable Energy Solutions” dan “Lombok Energy Outlook 2030”. Kedua studi tersebut memperlihatkan bahwa tenaga surya, angin dan biomassa adalah teknologi yang kompetitif di Lombok. Selain itu, dengan mengintegrasikan 60% energi terbarukan dalam jaringan listrik (power grid) akan menjadi efisiensi biaya listrik pada tahun 2030.

Sementara itu, Lombok memiliki potensi tinggi untuk sumber energi terbarukan yang apabila dikembangkan dan diintegrasikan  untuk dapat menekan biaya listrik.

Dok. KBRI Kopenhagen