Berita KBRI

Anak anak Indonesia mempesona Denmark

 

IMG 1593 a

Anak anak Indonesia mempesona Denmark
Pada hari Selasa, 12 Juli 2016 di Rungsted Private Realskole, Dubes RI untuk Denmark, Ibnu Said hadir dalam rangkaian acara National Night Interchange CISV International. Beliau hadir guna mendukung anak-anak Indonesia yang turut serta dalam Children’s International Summer Village (CISV) International. Dalam kata sambutannya Dubes memberikan motivasi dan apresiasi terhadap keberanian, kemandirian, semangat nasionalisme, kedisiplinan dan aktivitas penuh kreatifitas anak-anak Indonesia dalam acara bergengsi Internasional ini.

IMG 1624 a

Prestasi semacam ini perlu ditingkatkan sebagai bagian dari mengenalkan nilai luhur bangsa Indonesia, potensi dan prestasi anak-anak Indonesia di forum Internasional. Anak-anak Indonesia pada acara malam ini berkesempatan mempromosikan ragam kuliner nusantara dan tarian tradisional Indonesia, yang mereka persiapkan secara mandiri dengan dukungan penuh dari KBRI Kopenhagen.
Tahun ini, anak-anak Indonesia yang berkesempatan mengikuti CISV International berjumlah 10 orang peserta dengan 2 orang pembimbing. Usia peserta berkisar antara 13-14 tahun. Sampai hari ini mereka sudah tinggal selama 3 minggu di Denmark.
Anak-anak Indonesia selama mengikuti rangkaian acara CISV tinggal dengan 12 house family (homestay) di Denmark. Lokasi homestay tersebar di beberapa tempat di kawasan Jylland (Jutland) dan Sjælland (Sealand). Kelompok anak-anak Indonesia ini dibimbing oleh Chronica Sihombing dan David Michael Ondo Purba. Keikutsertaan anak-anak Indonesia dalam CISV International ini di mulai dari tahun 1991. Keseluruhan peserta Indonesia dalam CISV Internasional dari tahun 1991, tiap tahunnya 150 orang anak dikirimkan untuk mengikuti CISV.

IMG 1632 a

Tujuan dari kegiatan homestay dan rangkaian kegiatan CISV International tahun ini menurut David Michael Ondo Purba dalam sambungan telefon (12/07) adalah untuk mengenal budaya kehidupan masyarakat Denmark dan menginspirasi cara hidup yang ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan tema besar CISV 2016 dan prinsip Pembangunan Berkelanjutan PBB. Pemahaman dan penerimaan akan adanya perbedaan budaya, nilai, serta pencapaian kemajuan peradaban bangsa lain akan membuka pemikiran anak-anak Indonesia. Pengalaman hidup di budaya yang berbeda dalam acara CISV International ini juga akan memotivasi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan diri mengenai pentingnya Pembangunan Berkelanjutan dan perdamaian dunia.