Hubungan Bilateral

Sekilas Informasi tentang Hubungan Bilateral Indonesia - Denmark

Kunjungan kenegaraan Ratu Denmark, Margrethe II beserta Pangeran Consort Henrik untuk pertama kalinya ke Indonesia pada tanggal 21-24 Oktober 2015 bertepatan dengan momentum 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Kunjungan ini merupakan bukti arti penting hubungan bilateral bagi kedua negara dan telah menciptakan momentum bagi penandatangan sejumlah kesepakatan kerja sama penting.

Dalam kesempatan tersebut, telah ditandatangani pula Deklarasi Bersama "Kemitraan Inovatif menuju Abad 21" oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen di Jakarta pada tanggal 22 Oktober 2015, yang menegaskan komitmen kedua pihak untuk mengupayakan penguatan kerja sama di berbagai bidang. Naskah Deklarasi dapat dilihat disini.

Bidang-bidang kerja sama yang saat ini menjadi prioritas, yaitu peningkatan perdagangan dan investasi dua arah, pembangunan infrastruktur, maritim, pariwisata, transportasi, energi terbarukan, pertanian dan budaya. Selain itu, Indonesia dan Denmark sebagai negara inti Convention Against Torture Initiative saat ini bersama-sama berupaya memajukan HAM, khususnya mendorong implementasi perjanjian internasional mengenai anti penyiksaan. Indonesia dan Denmark juga memiliki kesamaan pandangan dalam memajukan dialog antarkeyakinan sebagai salah satu upaya menjaga perdamaian dunia dan mencegah tindakan kekerasan dan terorisme akibat radikalisasi.

Hubungan Ekonomi dan Perdagangan Indonesia - Denmark

1. Hubungan ekonomi-perdagangan secara umum berlangsung baik walaupun belum mencapai maksimal sebagaimana diharapkan ke duapihak. Hal ini tercermin dari statistik perkembangan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara. Hambatan perdagangan yang dihadapi Indonesia dengan Denmark pada umumnya sama sebagaimana dengan UE, yaitu adanya kuota yang dikenakan Denmark adalah sama dengan UE yaitu terhadap mata dagangan tertentu serta ketentuan-ketentuan lain di bidang ekonomi-perdagangan. 

Kerja Sama Pembangunan

2. Kebijakan bantuan Pembangunan Denmark untuk Negara-negara Berkembang selama ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Keuangan Denmark. Indonesia termasuk salah satu negara yang masih mendapat program bantuan pembangunan dari Pemerintah Denmark. Bantuan pembangunan Denmark khususnya bantuan pembangunan fisik dewasa ini lebih difokuskan pada negara-negara Afrika. Sementara di Asia termasuk Indonesia yang dinilai situasi perekonomiannya telah semakin baik, bantuan pembangunan tersebut lebih berorientasi pada kerjasama pembangunan khususnya di sektor-sektor yang terkait dengan kepentingan nasional negara penerima dan Denmark.

3. Sejak tahun 2008 hingga kini bantuan pembangunan Denmark kepada Indonesia lebih ditargetkan pada pengembangan lingkungan hidup; Skema bantuan bilateral Denmark kepada Indonesia diberikan dalam bentuk hibah (grant) dan market credit. Dalam bentuk bentuk hibah, pos bantuan diberikan dalam formula (Human Rights and Democratization Fund, Danish Supplementary Food Assistance, Danish Water supply program, Environment Conservation/Reforestation Program, Danida Scholarship /Fellowship scheme dsb) yang umumnya dilakukan melalui Kedutaan Besar Denmark di Jakarta dan disalurkan melalui LSM Denmark dan Indonesia atau oleh kantor pemerintah yang ditunjuk seperti BAPPENAS, KLH dan kementrian lainnya serta Pemda yang langsung berhubungan dengan pembangunan di dalam negeri.

4. Sesuai Undang-Undang Keuangan tahun 2012, Pemerintah Denmark dalam program bantuan pembangunan tahun 2012-2016 telah dan akan memberikan bantuan pembangunan kepada beberapa negara berkembang di Asia, termasuk diantaranya Indonesia, dan Amerika Latin. Khusus kepada Indonesia diberikan dalam tahun anggaran 2013 dan 2014 masing-masing sebesar 220 juta DKK dan 50 juta DKK.

5. Pemerintah Denmark sangat berkepentingan terhadap pemajuan kerjasama internasional di bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim utamanya dengan menggerakan kerjasama publik private partnership (PPP). Denmark selalu ingin menjadi pionir dalam upaya mewujudkan lingkungan hidup yang bebas dari emisi gas CO2. Untuk itu, setiap tahun sejak 2012 Denmark menyelenggarakan event internasional Global Green Growth Forum (3GF) yang juga mengundang kehadiran Indonesia baik dari sektor pemerintah maupun swasta.

6. Kerja sama Denmark dengan Indonesia di bidang konservasi energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup diwujudkan dalam pemberian hibah berupa bantuan teknis dari Pemerintah Denmark kepada Pemerintah Indonesia dalam ”Environment Support Programme (ESP)”. Tahap I telah efektif dimulai dan selesai pada bulan Desember 2007. Executing agency ESP I ini adalah pihak KLH dengan melibatkan BAPPENAS dan Kemdagri. Sedang ESP tahap II (yang ditandatangani saat COP-13 di Bali Desember 2007) dimulai tahun 2008 untuk selama 5 tahun (2008-2012) dengan jumlah 240 juta Danish Kroner (e.q. 33 juta USD / Rp.370 milyar). Dan ESP-3 untuk periode 2013-2017 dengan jumlah 270 juta Danish kroner juga sedang berlangsung dengan executing agencynya KLH, Pemprov Jawa Tengah (BAPPEDA), Kementrian ESDM di bawah koordinasi BAPPENAS serta Bank Dunia. ESP-3 ini terbagi atas 3 komponen. Pemerintah Denmark memberikan hibah dalam bentuk kerja sama teknik, a.l. dalam bentuk Environment Support Programme (ESP) kepada Indonesia, yang saat ini sudah mencapai tahap ketiga (ESP 3) untuk periode 2013-2017 dengan jumlah 270 juta DKK.

7. Denmark masih melanjutkan bantuan untuk mendukung sektor lingkungan hidup di Indonesia termasuk pengembangan program Business to Business terkait lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh DANIDA Business Partnership, yang dilakukan antara lain dengan mempertemukan 5 UKM Indonesia dengan mitra bisnis di Denmark pada bulan Mei 2013 yang hasilnya positif untuk prospek kerja sama mendatang.

Perdagangan

8. Nilai ekspor Indonesia ke Denmark pada tahun 2015 mencapai US$ 248,88 juta, atau mengalami penurunan sebesar 11,16% jika dibandingkan tahun 2014 yang senilai US$ 280,16 juta. Indonesia juga mengalami penurunan surplus sebesar 16,99% pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014.

9. Komoditas potensial di Denmark antara lain: alas kaki, dan minyak sawit. Ekspor alas kaki (kulit maupun tekstil) Indonesia ke Denmark pada 2015 mencapai US$ 58,41 juta. Sedangkan ekspor minyak sawit Indonesia ke Denmark pada 2015 mencapai US$ 39,27 juta.

10. Beberapa komoditas lainnya yang juga diharapkan dapat lebih ditingkatkan: a. Tekstil dan produk tekstil, yang saat ini mengalami penurunan ekspor sebesar 11,63% dari US$ 19,07 juta pada 2014 menjadi US$ 16,85 juta pada 2015. Permintaan Denmark dari dunia mencapai US$ 5,31 miliar pada 2015. b. Makanan olahan, yang nilai ekspornya mencapai US$ 17,54 juta (turun 19,23%) pada 2015. Nilai impor Denmark dari dunia terhadap produk ini mencapai US$ 6,09 miliar pada 2015. c. Produk elektronik, yang nilai ekspornya mencapai US$ 3,96 juta (naik 5,67%) pada 2015. Nilai impor Denmark dari dunia terhadap produk ini mencapai US$ 8,44 miliar pada 2015. d. Produk perikanan, yang saat ini mengalami penurunan ekspor sebesar 6,27% dari US$ 3,38 juta pada 2014 menjadi US$ 3,17 juta pada 2015. Permintaan Denmark dari dunia mencapai US$ 1,36 miliar pada 2015.

11. Produk Indonesia yang terkena anti-dumping duty oleh Uni Eropa dan masih berjalan hingga Maret 2016 adalah: biodiesel, fatty alcohol and their blends, sodium cyclamate, dan monosodium glutamate. Diharapkan Denmark juga dapat mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan akses pasar dan preferensi tarif yang lebih luas bagi produk ekspor Indonesia di negara-negara anggota Uni Eropa. Sebaliknya, Denmark memiliki produk-produk inovasi dan teknologi tinggi yang dapat bermanfaat pula bagi Indonesia

12. Pada tanggal 29 April 2015, Menteri Perdagangan RI Bapak Rachmad Gobel telah melakukan kunjungan ke Denmark dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Kerja Sama Pembangunan Denmark. Kunjungan kerja Mendag RI untuk menghadiri Indonesia Business Seminar yang disertai delegasi bisnis Indonesia yang berjumlah sekitar 20 perusahaan dari sektor bisnis yang berpotensi di wilayah Denmark-Skandinavia. Indonesia Business Seminar diselenggarakan atas kerja sama KBRI Copenhagen dan Asia House yang didukung sepenuhnya oleh instansi pemerintah kedua negara dan para pelaku usahanya. Seminar ini diharapkan dapat dijadikan dasar kerja sama untuk peningkatan nilai perdagangan antara Indonesia-Denmark.

13. Salah satu program kerja Kementerian Perdagangan adalah membawa para pengusaha Denmark ke negara-negara emerging ekonomi untuk memperkenalkan dan mencari peluang pasar baru bagi produk-produk maupun investasi Denmark.Di bawah pimpinan Menteri Perdagangan dan Investasi Ms. Pia Ølsen Dyhr telah dilakukan kunjungan misi dagang dan investasi Denmark ke Indonesia pada bulan Maret 2013. Dengan pembentukan Kementerian ini diikuti kunjungan misi dagang dan investasi ke Indonesia itu menunjukkan perhatian tinggi dan kepentingan Pemerintah Denmark dalam hal ini. Program ini sebaiknya dapat dimanfaatkan dan ditindaklanjuti oleh Indonesia untuk dapat diimplementasikan di Indonesia.

14. Indonesia bermaksud untuk menjadikan Denmark sebagai pintu masuk ke negara-negara Nordic (Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia). Indonesia mengharapkan dukungan Denmark atas hal tersebut.

15. Komoditas yang potensi di Denmark dan wilayah Skandinavia lainnya :

a. Produk Minyak Sawit Pemerintah Indonesia merasa prihatin atas terjadinya diskriminasi dan black campaign di UE terkait sawit.Black campaign dilakukan oleh berbagai kalangan, antara lain industri, LSM, Parlemen dan lain-lain.Dua kasus terkait kelapa sawit saat ini tengah dibahas di WTO (fatty alcohol dan biodiesel). Dukungan dari pemerintah Denmark akan sangat berarti dalam usaha meningkatkan kesejahteraan petani kecil Indonesia mengingat Sawit merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia yang berperan besar dalam menuntaskan kemiskinan (Ekspor minyak sawit Indonesia ke Denmark pada 2014 mencapai US$ 4,97 juta).

b. Sektor Perikanan Mengingat Denmark adalah salah satu negara yang paling maju dalam industri galangan kapal dan maritim, dan mempertimbangkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan. Indonesia mengharapkan agar Denmark dapat meningkatkan kerja sama di sektor perikanan tidak hanya melalui perdagangan tetapi juga melalui penanaman modal, capacity building dan technical assistance guna meningkatkan kesejahteraan para nelayan Indonesia. Kami berharap Denmark dapat mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan akses pasar dan preferensi tarif yang lebih luas bagi produk ekspor Indonesia di negara-negara anggota Uni Eropa. (Ekspor produk perikanan Indonesia ke Denmark pada 2014 mencapai US$ 7,2 juta).

16. Komoditi Ekspor - Impor Denmark dengan Indonesia

 10 Besar Komoditi Ekspor Denmark ke Indonesia.
  Berikut ini adalah data HS 4 digit 10 besar komoditi ekspor Denmark ke Indonesia tahun 2015:

HS

Komoditi Ekspor Denmark ke Indonesia

Nilai (US$ 000)

Growth

(%)

2014

2015

8474

Mesin untuk menyortir, mengayak, memisahkan, mencuci, menghancurkan, menggiling, mencampur atau mengaduk tanah, batu, bijih atau zat mineral lainnya

7,239

28,972

300.20

3004

Obat

38,374

13,869

-63.86

8438

Mesin untuk industri pengolahan atau pembuatan makanan atau minuman

4,578

7,073

54.48

0402

Susu dan kepala susu, dipekatkan atau mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya

8,430

6,562

-22.16

9029

Penghitung putaran, penghitung produksi, taksimeter, pengukur jarak, pedometer dan sejenisnya

2

5,747

254952.70

3815

Preparat inisiator reaksi, akselerator reaksi dan katalisator

6,563

5,063

-22.86

3501

Kasein, kaseinat dan turunan kasein lainnya; perekat kasein

10,657

5,050

-52.61

2301

Tepung, tepung kasar dan pelet, dari daging atau sisanya, tidak layak dikonsumsi manusia

3,561

7304

Pembuluh, pipa dan profil berongga, tanpa kampuh, dari besi (selain besi tuang) atau baja

3,280

1302

Sap dan ekstrak nabati; zat pektik; pektinat dan pektat; agar-agar dan lendir serta bahan pengental lainnya

1,992

3,151

58.18

 

HS

Komoditi Ekspor Denmark ke Indonesia

Nilai (US$ 000)

Growth

(%)

         2014

2015

8474

Mesin untuk menyortir, mengayak, memisahkan, mencuci, menghancurkan, menggiling, mencampur atau mengaduk tanah, batu, bijih atau zat mineral lainnya

7,239

28,972

300.20

3004

Obat

38,374

13,869

-63.86

8438

Mesin untuk industri pengolahan atau pembuatan makanan atau minuman

4,578

7,073

54.48

0402

Susu dan kepala susu, dipekatkan atau mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya

8,430

6,562

-22.16

9029

Penghitung putaran, penghitung produksi, taksimeter, pengukur jarak, pedometer dan sejenisnya

2

5,747

254952.70

3815

Preparat inisiator reaksi, akselerator reaksi dan katalisator

6,563

5,063

-22.86

3501

Kasein, kaseinat dan turunan kasein lainnya; perekat kasein

10,657

5,050

-52.61

2301

Tepung, tepung kasar dan pelet, dari daging atau sisanya, tidak layak dikonsumsi manusia

3,561

7304

Pembuluh, pipa dan profil berongga, tanpa kampuh, dari besi (selain besi tuang) atau baja

3,280

1302

Sap dan ekstrak nabati; zat pektik; pektinat dan pektat; agar-agar dan lendir serta bahan pengental lainnya

1,992

3,151

58.18

10 Besar Komoditi Impor Denmark dari Indonesia.
 Berikut ini adalah data HS 4 digit 10 besar komoditi impor Denmark dari Indonesia tahun 2015:

HS

Komoditi Impor Denmark dari Indonesia

Nilai (US$ 000)

Growth

(%)

2014

2015

6403

Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit samak atau kulit komposisi, bagian atas sepatu dari kulit samak

54,931

40,608

-26.08

1511

Minyak kelapa sawit dan fraksinya, dimurnikan maupun tidak, tetapi tidak dimodifikasi secara kimia

41,191

39,270

-4.66

3823

Asam lemak monokarboksilat industri; minyak asam dari pemurnian; alkohol lemak industri

26,806

20,854

-22.21

6404

Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit samak atau kulit komposisi dan bagian atasnya dari bahan tekstil

19,275

17,801

-7.65

9401

Tempat duduk, dapat diubah menjadi tempat tidur, maupun tidak dan bagiannya

9,574

10,941

14.28

9403

Perabotan lain dan bagiannya

7,400

9,149

23.63

7304

Pembuluh, pipa dan profil berongga, tanpa kampuh, dari besi (selain besi tuang) atau baja

6,245

7,258

16.23

1302

Sap dan ekstrak nabati; zat pektik; pektinat dan pektat; agar-agar dan lendir serta bahan pengental lainnya

5,918

6,958

17.57

2922

Senyawa amino berfungsi oksigen

7,727

6,380

-17.44

9503

Sepeda roda tiga, skuter, mobil berpedal dan

mainan beroda semacam itu; kereta boneka;

boneka; mainan lainnya

6,398

6,302

-1.50

10 Komoditi Utama Ekspor Indonesia
 Berikut ini adalah data 10 komoditi utama ekspor Indonesia beserta data ekspornya ke Denmark tahun 2015:

No.

Komoditi Utama Ekspor Indonesia

Nilai Impor Denmark dari Indonesia (US$ 000)

Nilai Impor Denmark dari Dunia (US$ 000)

2014

2015

Growth (%)

2014

2015

Growth (%)

1

Textile and Clothing

19,071

16,852

-11.63

6,087,986

5,311,265

-12.76

2

Electronic

3,752

3,964

5.67

9,156,086

8,437,885

-7.84

3

Rubber and rubber products

2,178

1,246

-42.82

743,386

646,973

-12.97

4

Palm Oil

41,191

39,270

-4.66

175,310

144,740

-17.44

5

Forest products

18,123

20,606

13.70

2,310,894

2,085,927

-9.74

6

Footwear

77,057

61,522

-20.16

1,058,838

930,076

-12.16

7

Automotive

8,003

7,395

-7.60

6,237,057

6,178,347

-0.94

8

Shrimp

1,999

1,560

-21.98

296,372

240,297

-18.92

9

Cacao

-

-

-

11,818

12,255

3.70

10

Coffee

1,041

914

-12.12

200,529

169,716

-15.37

17. Kebijakan dan peraturan yang terkait dengan ekspor impor di Denmark sepenuhnya mengacu kepada peraturan EU, sehingga manfaat yang diperoleh untuk Indonesia-Denmark jika Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera diselesaikan. Perkembangan RI-UE CEPA adalah sebagai berikut :

  1. • Upaya peningkatan hubungan perdagangan bilateral Indonesia – Uni Eropa, telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu melalui forum WGTI yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah perdagangan dan investasi kedua negara.

    • Pada tahun 2009, Indonesia – Uni Eropa memutuskan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. Berdasarkan hasil analisa “Vision Group” (VG) yang beranggotakan akademisi, pelaku bisnis, dan pemimpin politik, peningkatan kerja sama perdagangan bilateral dalam kerangka CEPA akan menguntungkan kedua belah pihak.

    • Melalui Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), VG memperkirakan bahwa pertumbuhan ekspor barang dan jasa Indonesia pada 2030 akan meningkat, yaitu mencapai lebih dari USD 9,8 milyar, sementara impor khususnya bahan kimia, perlengkapan transportasi, produk agrikultur, dan makanan olahan tumbuh sebanyak USD 7,7 milyar.

    • Dalam jangka panjang, neraca perdagangan Indonesia secara umum akan meningkat sebanyak USD 2 milyar. Di sisi investasi, potensi pertumbuhan investasi asing ke Indonesia diperkirakan akan tumbuh lebih dari 4%.

    • Proses perundingan kerja sama perdagangan dan investasi dalam kerangka IEU CEPA hingga saat ini masih dalam tahap penyusunan draft scoping paper (sejak tahun 2012).

    • Beberapa permasalahan yang berpotensi menghambat proses perundingan lebih lanjut adalah:
    a. penerapan bea keluar (export duties) oleh Indonesia
    b. pengadaan barang dan jasa pemerintah (Government procurement)
    c. peran khusus BUMN (Bulog, Pertamina, dll)
    d. pelonggaran persyaratan kepemilikan asing untuk usaha tertentu (foreign equity caps)
    e. komitmen untuk melakukan liberalisasi terhadap 95% dari total pos tarif

    • Saat ini Uni Eropa telah menerapkan 561 non tariff measures (NTM), salah satu yang terbesar dibanding negara mitra perundingan lainnya.

    • Pada tahun 2014, Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia (penyumbang surplus neraca perdagangan).

    • Berdasarkan penghitungan dampak simulasi pemotongan tarif 50%, IEU CEPA akan memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan sebesar USD 14,73 miliar, dengan trade expansion sebesar USD 25,38 miliar, dan neraca perdagangan sebesar USD 6,23 miliar.

    • Jika pemotongan tarif tersebut dilakukan hingga 100%, maka dampak IEU CEPA akan meningkatkan surplus perdagangan Indonesia menjadi USD 11,13 miliar untuk periode yang sama.

    • Rekomendasi: proses perundingan IEU CEPA dapat dijadikan salah satu prioritas strategi pendorong dalam melipattigakan ekspor Indonesia untuk periode 2014-2019.

    • Denmark merupakan negara yang mendukung FTA/CEPA antara UE dengan negara-negara mitra, karena akan mendukung kepentingan promosi ekspornya. Sebagai negara yang tidak tergolong negara besar, Denmark diuntungkan dengan negosiasi FTA/CEPA yang dilakukan dalam kerangka UE.

    18. Investasi

    • Saat ini terdapat lebih dari 27 perusahaan Denmark yang berinvestasi di sektor-sektor: perkapalan, perawatan kesehatan/farmasi, manufaktur, jasa, industri dan teknologi, telekomunikasi dan pertanian. Investasi Denmark di Indonesia cenderung meningkat yang tampak dari jumlah proyek dan nilai investasi, yaitu tahun 2012 terdapat investasi Denmark pada 3 proyek dengan nilai 1 juta USD; tahun 2013 terdapat 15 proyek dengan nilai 5 juta USD dan tahun 2014 tercatat 16 proyek dengan nilai 1,5 juta USD.

    • Berdasarkan hasil pelaksanaan Indonesia Business Seminar pada tanggal 29 April 2015 di Asia House, beberapa perusahaan Denmark seperti: Topsoe (pupuk/bioenergy), Ramboll (sea port infrastructure), Arla (dairy products), Mærsk line (sea toll, sea port management), Weibel (doppler radar), telah menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia.

    19. Maritim

    • Kerjasama aquaculture, dalam penelitian budidaya dengan bidang penelitian meliputi teknologi resirkulasi dan pengolahan air, fisiologi gizi, energetika dan perilaku. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan yang sudah ada dan mengembangkan metode pemeliharaan baru dan sistem untuk mengurangi dampak lingkungan dari akuakultur dan mengoptimalkan operasi.

    • Pada pertemuan bilateral di bidang maritim Menteri Luar Negeri RI menyampaikan potensi kerja sama bilateral di bidang industri maritim, tata kelola perikanan, serta dalam memerangi Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Dalam hal ini, Menlu Denmark menambahkan potensi peluang kerja sama pengembangan tata kelola pelabuhan, transportasi perkapalan, dan pembuatan kapal.

    20. Energi

    • Industri Turbin tenaga angin dan Gelombang, Vestas merupakan salah satu perusahaan Pembuat Turbin tenaga angin terbesar di dunia. Denmark telah berubah dari 99% tergantung pada bahan bakar fosil asing untuk menjadi eksportir bersih energi. Di antara kompetensi kunci yang bioenergi, smart grid dan kendaraan listrik dan dengan 80% dari semua turbin lepas pantai menjadi Denmark - tenaga angin. Denmark memiliki tradisi panjang mengeksploitasi tenaga angin. Dengan hasil yang mencolok penelitian selama 25 tahun terakhir, lebih dari 40% dari konsumsi listrik Denmark saat ini diproduksi dengan cara tenaga angin, dan tujuannya adalah untuk mencapai 50% pada tahun 2020.

    • Lebih dari 20% dari turbin angin dunia dipasok oleh perusahaan berbasis Denmark pada tahun 2012 dan sekitar. 75% dari turbin angin lepas pantai di dunia yang baik Danish diproduksi atau memiliki Denmark dikembangkan yayasan dan komponen. Sepanjang nilai perusahaan rantai sedang melakukan pengembangan teknologi di Denmark. pengembang lepas pantai, produsen turbin, pemasok sistem, spesialis lepas pantai, lembaga penelitian dan pusat tes adalah bagian dari rantai nilai inovatif dari cluster Denmark. Saat ini proses pemasangan wind turbine Vestas yang dipasang di Sumba-Iconic Island masih berlangsung.

    • Di bidang Energi terbarukan Denmark menawarkan sejumlah kerja sama bilateral guna mendukung program pembangunan Indonesia dalam hal penyediaan teknologi untuk energi bersih dan ramah lingkungan. Selain itu, Denmark memiliki keunggulan teknologi dalam hal energi terbarukan dan sistem district heating/ cooling yang ramah lingkungan.

    21. Pertanian

    • Pertanian merupakan salah satu industri ekspor terbesar Denmark. Pada tahun 2013, sektor ini mengekspor barang senilai lebih dari 158 miliar kroner, termasuk produk makanan, barang-barang, mesin pertanian, peralatan dan teknologi untuk pertanian dan produksi pangan, dan peralatan memancing. Denmark juga memiliki pabrik pengolahan makanan yang termasuk paling maju di dunia yang memiliki tingkat penelitian dan inovasi yang maju dan dikenal secara internasional. Perusahaan Denmark yang terkemuka di bidang produk pangan meliputi antara lain grup Arla Foods yang merupakan perusahaan Diary products terbesar di Eropa dan memiliki kurang lebih 61 pabrik pengolahan di Denmark.

    • Dalam kerangka peningkatan hubungan bilateral MoU mengenai pertanian telah ditandatangani pada awal bulan April 2016.

    22. Industri pariwisata

    • Hubungan people to people contact melalui kunjungan wisatawan Denmark ke Indonesia baik dari laporan data statistik Kemenpar (statistik BPKS) maupun data organisasi PATA Denmark memperlihatkan terus meningkatnya kunjungan wisatawan Denmark ke Indonesia yaitu tahun 2011: 19.950; 2012: 21.168; 2013: 22.890 dan 2014: 22.637. Ini merupakan salah satu hasil kegiatan KBRI dalam promosi pariwisata melalui partisipasi dalam event pameran wisata internasional yang diadakan di beberapa kota di Denmark, utamanya di Kopenhagen, Herning, Odense dan Aarhus serta kegiatan promosi wisata, dagang dan budaya Indonesia lainnya yang dilakukan secara mandiri.

    Perkembangan dan Tindak Lanjut Deregulasi (Paket I-XII) update 23 Juni 2016
    Sumber: Kememnko Perekonomian:
    https://www.ekon.go.id/ekliping/view/perkembangan-dan-tindak.2462.html

    Resume Perkembangan Deregulasi Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I-XII. Jumlah total regulasi yang dideregulasi pada Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I-XII sebanyak 213 (50 tingkat Presidensial dan 163 tingkat K/L), dimana setelah dilakukan pembahasan diputuskan untuk mengeluarkan sebanyak 10 regulasi (1 tingkat Presidensial dan 9 tingkat K/L) sehingga jumlah efektif deregulasi sebanyak 203 regulasi, dengan rincian:

    1.Regulasi Selesai sebanyak 200 regulasi (98%)
    2.Regulasi Pembahasan sebanyak 3 regulasi (2%).

    Jenis regulasi:

    Regulasi Presidensial (PP,Perpres,Kepres, dan Inpres) sebanyak 49 regulasi: regulasi selesai sebanyak 48 regulasi dan regulasi belum selesai sebanyak satu regulasi.

    Kementerian/Lembaga (Permen, Peraturan Kepala, Peraturan BI/OJK, Kepmen, Instruksi Menteri, Perdirjen, Kepdirjen, dan MoU) sebanyak 154 regulasi: regulasi selesai sebanyak 152 regulasi, regulasi belum selesai sebanyak 2 regulasi.

    Detail perkembangan deregulasi paket kebijakan ekonomi I-XII dapat dilihat pada lampiran. https://www.ekon.go.id/ekliping/view/perkembangan-dan-tindak.2462.html

    12 PAKET KEBIJAKAN EKONOMI TAHAP I – XII:
    Sumber: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

    1. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 1
    2. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 2
    3. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 3
    4. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 4
    5. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 5
    6. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 6
    7. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 7
    8. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 8
    9. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 9
    10. Info Grafis Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 10
    11. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 11
    12. Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 12