Sejarah Hubungan Diplomatik

Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Denmark dilakukan pada tahun 1950. Hubungan bilateral secara politik telah berjalan dengan baik tanpa ada masalah yang berarti. Baik Indonesia maupun Denmark selalu menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta melaksanakan hubungan bilateral berdasarkan prinsip kemitraan yang sejajar sebagai sesama negara berdaulat. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Denmark mulai meningkat khususnya sejak periode reformasi di Indonesia pada tahun 1997. Denmark telah mendukung proses demokratisasi di Indonesia, antara lain melalui skema kerja sama pembangunan (DANIDA). Denmark dalam beberapa tahun terakhir telah memandang penting agenda peningkatan hubungan dengan negara-negara Asia dan kebutuhan akan keterlibatan yang lebih aktif lagi di Asia. Hal ini sejalan dengan upaya dan peran aktif Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, serta sebagai salah satu emerging powers di Asia. Faktor-faktor tersebut membuka peluang besar bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama.